Tahap-Tahap Mengenalkan Tekstur Makanan Bayi Sesuai Usia

Tahap-Tahap Mengenalkan Tekstur Makanan Bayi Sesuai Usia

Tumbuh kembang bayi juga mempengaruhi kemampuan mereka mencerna makanan. Jangan lupa bahwa awalnya sumber utama makanan bayi adalah ASI. Kemudian bertahap meningkat ke mpasi dan makanan anak-anak. Berikut ini tahap untuk mengenalkan tekstur makanan bayi secara perlahan.

1. Mulai dengan Tekstur Halus

Pada tahap awal, bayi baru mulai terbiasa dengan tekstur selain ASI pada usia 6 bulan pertama sebagaimana mereka dianjurkan mulai mengkonsumsi mpasi. Untuk alasan ini, penting bagi orang tua supaya memulai dengan makanan yang telah dihaluskan. Selain itu, anak-anak sebaiknya diberi jeda hingga 5 hari sebelum beralih ke makanan lain, agar bisa melihat bagaimana reaksi tubuh mereka terhadap makanan yang mereka konsumsi.

2. Berikan Porsi Kecil

Saat mengenalkan tekstur yang baru, Anda tidak bisa langsung memberikan porsi makanan yang besar. Mulailah dengan porsi sedikit baru perlahan-lahan tingkatkan porsi tersebut. Anda juga bisa memberi variasi antara tekstur makanan lama dengan makanan baru. Dengan cara ini, anak bisa menikmati makanan baru tersebut dan beradaptasi dengan baik akan tekstur baru.

3. Lanjutkan dengan Tekstur Chewy

Saat menginjak usia 7 bulan, Anda sudah mulai bisa memberi mereka makanan padat dengan tekstur yang lebih chewy atau lincah dikunyah. Tidak hanya membiasakan anak dengan tekstur yang lebih padat, tapi dengan ini anak juga bisa berolahraga wajah. Dalam hal ini, Anda dapat memberikan makanan secara menyuapi agar anak tidak tersedak.

4. Potong-Potong Makanan

Di usia bayi yang sudah menginjak 9 bulan, mereka sudah meningkat dari segi kemampuan mencerna makanan. Ini juga sesuai dengan perkembangan anatomi, seperti cengkeraman yang lebih stabil hingga tumbuh gigi, sudah bisa makan makanan keluarga. Mulailah dengan memotong kecil-kecil makanan anak. Sedikit tips untuk Anda,  biasakan si kecil makan sendiri untuk melatih pengendalian makanan.

5. Jangan Memaksa

Memaksa bayi dalam proses ini hanya menciptakan trauma dan ketakutan mereka. Anda harus bisa sabar dan memahami jika si kecil melakukan penolakan. Saat mereka menolak, Anda bisa mencari cara lain yang lebih kreatif. Namun jika mereka tidak cocok sampai menunjukkan gejala alergi, Anda harus segera berhenti memberi makanan tersebut dan konsultasikan dengan dokter.

6. Konsisten

Konsistensi orang tua adalah kunci dari keberhasilan proses pengenalan tekstur makanan pada bayi. Anak butuh waktu beradaptasi yang dilakukan secara terus-menerus dengan konsistensi orang tuanya. Kesabaran adalah kunci utama dari proses ini. Jika Anda merasa sulit, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi anak Anda.

Beralih dari ASI ke mpasi memang membutuhkan usaha lebih. Bayi yang sedang bertumbuh juga membutuhkan pembiasaan supaya bisa meningkatkan kemampuan mereka dalam mencerna makanan. Mengenalkan tekstur makanan bayi tidak bisa langsung dilakukan dengan terburu-buru. Orang tua harus siap dalam mengajarkannya seiring dengan perkembangan anak.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published.